Inilah Tanggal Terjadinya Lailatul Qadr Menurut Imam Ghazali

Jika formula dari Imam Ghazali ini benar, maka Lailatul Qadr 1436 H terjadi tadi malam. Tanda-tanda pada hari ini juga menguatkan alasan tersebut.

StatusPagi.com – Dilansir dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), Imam Ghazali dan beberapa ulama lainnya pernah melakukan telaah mendalam untuk menemukan Lailatul Qadr,  malam mulia yang nilai ibadah pada malam itu, seperti menjalankan ibadah selama 83 tahun 4 bulan atau 1000 bulan.

malam lailatul qodar

Hasil dari ‘penelitian’ mendalam Imam Ghazali dan para ulama tersebut akhirnya menemukan formula, pada malam ke berapa Lailatul Qadr akan jatuh. Formula ini ternyata berulang menurut malam jatuhnya Ramadhan.

Berikut formula yang dimaksud tersebut :

  • Jika Ramadan hari pertama jatuh pada  Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadr tahun itu akan jatuh pada malam ke-29.
  • Jika Ramadan hari pertama jatuh pada  Senin, maka Lailatul Qadr tahun itu akan jatuh pada malam ke-21.
  • Jika Ramadan hari pertama jatuh pada  Kamis, maka Lailatul Qadr tahun itu akan jatuh pada malam ke-25.
  • Jika Ramadan hari pertama jatuh pada Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadr tahun itu akan jatuh pada malam ke-27.
  • Jika Ramadan hari pertama jatuh pada  Sabtu, maka Lailatul Qadr tahun itu akan jatuh pada malam ke-23.

Jika merunut formula dari Imam Ghazali dan para ulama tersebut, maka Lailatul Qadr Ramadan tahun ini jatuh tadi malam. Tanda-tanda alam pada tadi malam dan pagi hingga siang ini juga menguatkan alasan tersebut.

Baca juga : 5 Tanda Datangnya Malam Lailatul Qadr Bulan Ramadhan

Beberapa tanda-tanda alam yang terjadi tadi malam hingga tadi pagi adalah penampakan bulan ‘separuh nampan’ seperti yang disabdakan Rasulullah. Tadi malam juga terasa sangat hening (dari sisi subyektif dan lokasi penulis berada), tidak terdengar suara binatang malam,  tidak panas (gerah), tidak  juga dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang.

Pagi ini hingga siang, hari cukup cerah, tetapi sinar matahari tidak terasa panas seperti hari-hari biasanya. Bahkan hingga masuknya waktu utama untuk Sholat Dhuha, yang disebutkan sebagai saat matahari mulai panas, justru tidak terasa rasa panas tersebut pada hari ini.

Baca juga : Inilah Waktu Utama Sholat Dhuha

Tetapi  benarkah formula dari Imam Ghazali ini? Tidak ada yang berani memastikannya. Ibnu Hajar Al Asqolani berkata, “Ada beberapa dalil yang membicarakan tanda-tanda Lailatul Qadr,namun itu semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu.” (Fathul Bari, 4: 260).


Kategori : Hikmah diterbitkan Sunday, 12 July, 2015 oleh Siti Sofiati