Kisah Orang Puasa yang Khilaf Melakukan Hubungan Suami-Istri di Zaman Rasulullah

Suatu ketika, Rasulullah di datangi oleh seseorang yang khilaf telah melakukan hubungan suami-istri padahal ia tengah berpuasa

StatusPagi.com – Berpuasa di bulan Ramadhan tidak hanya menahan rasa lapar, menghindari konsumsi makanan dan minuman di siang hari. Berpuasa juga menahan diri dari syahwat, tidak melakukan hubungan suami-istri di siang hari.

Kisah Orang Puasa yang Khilaf Melakukan Hubungan Suami-Istri di Zaman Rasulullah

Apabila ada seseorang yang dengan sengaja telah melakukan hubungan suami-istri sementara mereka sedang berpuasa, maka bisa dipastikan puasa pasangan suami-istri tersebut batal.

Barangsiapa yang rusak puasanya di bulan Ramadhan karena persetubuhan, maka diwajibkan baginya mengganti puasanya tersebut di luar Ramadhan (qadha) serta membayar kifarat.

Berapa kifarat yang harus dibayarkan? Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Ra dalam Al Bukhari (11/516), Muslim (1111) dan At Turmudzi (724), Rasulullah menyebutkan nilai ‘bayaran’ tersebut.

Suatu ketika ada seorang laki-laki miskin tergopoh-gopoh menemui Rasulullah Muhammad SAW, kemudian berkata:

Fulan : ‘’Celaka saya, ya Rasulullah!!’

Rasulullah : ‘’Apa gerangan yang telah membuat kamu celaka?’’

Fulan : ‘’Saya telah melakukan hubungan badan dengan istri saya, sementara saya sedang puasa.’’

Rasulullah : ‘’Apakah kamu sanggup memerdekakan seorang budak?’’

Fulan : ‘’Tidak ya Rasulullah.’’

Rasulullah : ‘’Apakah kamu sanggup memberikan sedekah makanan kepada 60 orang fakir miskin?’’

Fulan : ‘’Tidak ya Rasulullah.’’

Rasulullah : ‘’Duduklah!’’

Nabi Muhammad SAW meninggalkan orang tersebut dan kemudian kembali lagi sambil membawa wadah berisi kurma. Rasul menyerahkan wadah tersebut seraya berkata,

Rasulullah : ‘’Sedekahkan kurma ini kepada fakir miskin!’’

Lelaki tersebut menerima wadah berisi kurma itu sambil terdiam mengernyitkan dahinya, kemudian bertanya kepada Rasulullah,

Fulan : ‘’Ya Rasulullah, apakah ada orang yang lebih miskin dari kami?’’

Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah SAW tertawa lebar hingga nampak gigi taringnya.

Beliau kemudian bersabda,’’Jika demikian, bawalah kurma itu, pergilah dan serahkan kepada keluargamu.’’ (Sumber: ‘Berpuasa seperti Rasulullah’ terbitan Gema Insani) [via Republika]


Kategori : Hikmah diterbitkan Monday, 29 June, 2015 oleh Siti Sofiati