Misteri Siswa IPA Reguler SMAN 3 Semarang Tidak Lolos SNMPTN Satu Pun

Berita, SNMPTN

SMA 3 semarang Gagal SNMPTN

SEMARANG, TRIBUNJATENG.COM — Para orangtua siswa SMAN 3 Semarang meminta kejelasan dari pihak sekolah mengenai penyebab kegagalan alumnusnya dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016.

Seusai wisuda siswa SMAN 3, Selasa (10/5), sekolah memberikan kesempatan kepada orangtua siswa untuk berdialog mengenai permasalahan yang tengah dialami sekolah itu.

Ratusan siswa sekolah favorit di Semarang itu diketahui tidak lulus SNMPTN tahun ini, terutama yang mengambil program IPA.

Padahal banyak siswa berprestasi yang bersekolah di sekolah eks-Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) tersebut.

Sejumlah orang tua siswa mempersoalkan sistem kredit semester (SKS) yang digunakan di SMAN 3, yang diduga menjadi penyebab kegagalan seluruh siswa program IPA reguler pada SNMPTN.

“Kami sebagai konsumen sudah tentu membutuhkan kepuasan pelayanan. Saya dengar, SMA eks-RSBI lain yang juga menggunakan SKS tidak ada masalah dengan SNMPTN,” kata Prof Masrukhi, salah satu orangtua siswa, dalam pertemuan di Krakatau Grand Ballroom, Hotel Horison, Simpanglima, tersebut.

Dia mengatakan, SMAN 3 sudah terkenal bagus dengan siswa-siswinya yang sarat prestasi sehingga dimungkinkan ada sesuatu yang membuat tidak ada siswa dari IPA reguler yang masuk SNMPTN.

Ia mengharapkan, sekolah mencari akar masalah penyebab kegagalan seluruh siswa IPA reguler di SNMPTN, termasuk anaknya yang gagal mengambil Teknik Informatika UGM, dan menyampaikannya kepada orang tua siswa.

“Apakah ada seseorang yang keliru memasukkan data, atau bagaimana? Kalau benar begitu, harus ada sanksi. Sekolah harus mencari fakta akar persoalan ini,” kata Masrukhi, yang juga rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) tersebut.

Senada dengan itu, Sapto Widodo, orangtua siswa SMAN 3 yang tidak lolos pada Teknik Sipil UGM meminta sekolah bertanggung jawab dengan mengirimkan protes secara resmi jika kesalahan bukan pada sekolah.

“Kalau memang proses input data di internal benar, semua diserahkan ke sana (pusat–Red), sampaikan semacam nota protes, atau apa istilahnya. Harus secara resmi dan segera dikirimkan,” tegasnya. (val/Ant)

sumber : tribunnews.com

Leave a Reply