Insiden Pembakaran Mushola di Tolikara Papua, Wasekjen MUI : JK Ngawur Karena Disebabkan Speaker

Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia, Tengku Zulkarnain mengkritik komentar Wakil Presiden Jusuf Kalla tentang insiden pembakaran musholla di Tolikara Papua.

StatusPagi.com – Serangan kepada jamaah Sholat Idul Fitri saat takbir pertama di lapangan Koramil l1702-11/Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua menimbulkan keprihatinan. Insiden serangan lemparann batu jamaah Sholat Id tersebut dilakukan oleh kelompok masa Gereja Injili Di Indonesia (GIDI).

Ustadz Tengku

Kelompok penyerang tersebut, kemudian dihalau oleh aparat polisi dan TNI dari Koramil. Saat terdesak, mereka kemudian mulai membakar beberapa kios di sekitar tempat tersebut yang rambatan apinya  ikut menghanguskan Mushala Baitul Muttaqirumah.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendapat laporan dari peristiwa tersebut kemudian membuat komentar yang justru menyalahkan suara speaker atau pengeras suara yang di gunakan oleh jamaah Sholat Id. Menurut Beliau, jemaat gereja protes dengan pengeras suara yang dianggap mengganggu ketenangan, apalagi pagi itu ada kegiatan juga di gereja setempat.

“Memang asal muasal soal speaker itu mungkin butuh komunikasi lebih baik lagi untuk acara-acara seperti itu,” ujar JK seperti dikutip dari laman Republika.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain, mengkritik sikap Wapres JK yang justru dengan gampangnya menyalahan speaker atau pengeras suara sebagai akar permasalahan yang terjadi di Tolikara. Ustadz Tengku bersuara melalui akun Twitter dengan menyebut kasus Tolikara karena speaker adalah Ngawur.

Kasus Torikara krn Speaker? Bagaimana mau khutbah di lapangan tanpa speaker? Jadi boleh bakar masjid hanya krn speaker? Komentar NGAWUR….!” katanya melalui akun Twitter, @UstadTengku.

Ustadz Tengku menambahkan cuitannya dengan menuliskan, “Masjid di Tolikara, Papua dibakar umat Kristen saat akan sholat Ied pagi Jum’at tadi. Nampaknya Minoritas sdh merasa jadi Raja di Indonesia.”

Ustadz Abdullah Gymnastiar melalui laman web  Smstauhiid.comyang dikelolanya, Smstauhiid.com,berkomentar tentang penyerangan jamaah Sholat Id  serta perusakan tempat ibadah di di Tolikara, Papua. Beliau menyebut pihak yang tidak beradab dengan merusak rumah ibadah dan melarang pelaksanaan ibadah adalah teroris yang sesungguhnya. [via Republika]


Kategori : Hikmah, Sosial Media diterbitkan Minggu, 19 Juli, 2015 oleh Siti Sofiati