Bagaimana Jika Terlewat Sholat Idul Fitri? Apakah Perlu Diganti? Baca ini

Apa yang harus dilakukan jika kita terlewat sholat Idul Fitri? Baca penjelasan berikut.

StatusPagi.com – Hari Kemenangan Idul Fitri 1436 Hijriyah segera tiba. Pada hari itu, seluruh umat muslim berbondong-bondong menuju masjid dan tanah lapang untuk melaksanakan Sholat Ied pada pagi hari. Namun bagaimana jika kamu terlewat sholat Idul Fitri? Apakah perlu diganti?

Baca juga : Gambar DP BBM Ucapan Lebaran Idul Fitri 1436 H

Bagaimana Jika Terlewat Sholat Idul Fitri Apakah Perlu Diganti

Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah berkata : “Siapa saja yang terlewat dari shalat ‘ied, maka tidak ada qodho’ baginya. Karena hukum shalat ‘ied adalah fardhu kifayah. Jika sudah mencapai kadar kifayah, maka sudah dikatakan cukup. Jika ia mau mengqodho’ shalat tersebut, maka tergantung pilihannya. Jika ia ingin mengqodho’nya, maka diganti menjadi 4 raka’at. Empat raka’at tersebut boleh dilakukan dengan sekali salam atau dua kali salam“.

Tentang hal diatas, Sebagaimana diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud mengatakan bahwa yang terlewat sholat Ied maka diganti dengan sholat empat rakaat, seperti mereka yang terlewat sholat Jumat, diganti dengan sholat 4 rakaat.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu memerintahkan kepada orang yang tidak mampu pergi menjalankan sholat Ied agar menggantinya dengan sholat empat rakaat.

Sholat qadha’ atau sholat pengganti tersebut tidak ada khutbah, karena yang di qadha’ hanyalah Sholat Ied sebagaimana qadha’ yang terlewat menjalankan Sholat Jum’at.

Pendapat lain seperti diambil dari Ahmad Isma’il bin Sa’id, Abu Tsaur, Ibnul Mundzir, sebagaimana diriwayatkan dari Anas, Ia tidak menghadiri Sholat Ied berjamaah di Bashroh. Kemudian Ia kumpulkan keluarga dan bekas budaknya, mereka menjalankan sholat dua rakaat dengan tetap ada takbir zawaid (tambahan).

 

Sholat Ied adalah sholat sunat, jika terlewat maka bisa digantikan dengan sholat qadha’, boleh sendirian, boleh juga berjamaah.

Lalu dimanakah Sholat Qadha’ tersebut bisa dilaksanakan? Abu ‘Abdillah Imam Ahmad dalam kitab Al Mughni, 3: 284-285, menjawab boleh di mana saja, dilapangan atau di tempat lainya yang disukai. [via Tribunnews]


Kategori : Hikmah diterbitkan Rabu, 15 Juli, 2015 oleh Siti Sofiati