Inilah Kisah Hajar Aswad, Batu dari Surga yang Pernah Hilang dan Pecah

Batu hitam Hajar Aswad dikisahkan pernah dipendam, hilang bahkan pecah di kampak.

Statuspagi.com – Hajar Aswad bisa diartikan sebagai batu hitam merupakan batu istimewa yang yang terletak di sudut Ka’bah. Rasulullah Muhammad SAW suatu kali pernah mencium Hajar Aswad, seperti halnya Ibrahim AS dan Ismail AS pernah mencium batu yang diyakini di bawa oleh Jibril dari surga.

Dikutip dari buku Sejarah Ibadah karya Syahruddin El Fikri, Hajar Aswad di berikan kepada Ismail AS oleh Malaikat Jibril setelah Ismail kebingungan mencari batu yang cukup besar untuk menutupi lubang menganga di dinding Ka’bah.

Kisah Hajar Aswad

Nabi Ibrahim AS yang memerintahkan untuk mencari batu penutup lubang di Ka’bah, bertanya kepada Ismail soal asal usul batu yang dibawanya tersebut. Kemudian Ismail menjawab, “Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).” Lalu Nabi Ibrahim AS mencium batu tersebut yang kemudian diikuti juga oleh Nabi Ismail AS.

Hajar Aswad merupakan batu istimewa yang menempel pada Ka’bah yang menjadi kiblat ibadah umat Islam. Dalam sejarahnya, ternyata batu Hajar Aswad telah mengalami banyak peristiwa. Batu ini pernah hilang, dicongkel, dipendam, dan dipukul hingga pecah.

Hajar Aswad diyakini merupakah sebuah batu mulia yang berasal dari surga, seperti diterangkan dalam sejumlah hadis yang di riwayatkan oleh beberapa perawi terpercaya. Batu itupun diyakini sebelumnya berwarna putih layaknya susu, namun dosa-dosa manusia yang membuatnya menjadi hitam (aswad).

Ada beberapa pendapat yang menyebut, Hajar Aswad merupakan batu meteorit. Namun karena batu hitam ini dapat mengapung di dalam air, maka teori tersebut terbantahkan.

Pendapat lainnya menyatakan bahwa batu tersebut berasal dari kawah Wabar yang terdapat di sebelah tenggara Kota Riyadh. Namun belakangan diketahui, kawah tersebut terbentuk karena jatuhnya meteor pada tahun 1704 M, sementara Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim AS pada 1850-1820 SM. Jadi teori tersebut juga terbantahkan.

Hajar Aswad yang kini menempel di dinding Ka’bah dengan balutan perak dikisahkan pernah hilang, dipendam, bahkan pernah pecah di kampak. Berikut kisah Hajar Aswad sejak zaman Nabi Ibrahim hingga saat ini, yang diambil dari situs Kementerian Urusan Keislaman, Wakaf, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi :

1. 1850-1820 SM: Hajar Aswad pertama kali di “tempelkan” ke dinding Ka’bah untuk menutupi lubang menganga pada salah satu sisi tembok.

2. 400 M: Hajar Aswad di masukkan ke dalam sumur Zam zam bersama dengan dua patung kepala rusa yang terbuat dari emas oleh Amr bin Harits bin Madhadh al-Jurhum. Peristiwa itu terjadi saat  Bani Khaza’ah mengusir Bani Jurhum dari Makkah. Namun akhirnya Hajar Aswad dikembalikan ke tempat semula tak lama kemudian setelah seorang wanita dari Bani Khaza’ah mengetahui pemendaman tersebut dan memberitahu kaumnya.

3. 606 M: Pada masa Rasulullah Muhammad SAW remaja, Ka’bah dan sekitarnya terendam banjir. Ka’bah mengalami kerusakan termasuk terlepasnya Hajar Aswad dari dinding Ka’bah. Ketika hendak meletakkan kembali ke tempat asalnya, orang-orang Quraisy mempermasalahkan siapa yang berhak untuk meletakkan batu mulia tersebut. Muhammad akhirnya dipercaya sebagai orang yang meletakkan batu hitam tersebut ke dinding Ka’bah.

4. 180-an H: Pada masa inilah untuk pertama kalinya Hajar Aswad dibalut dengan perak agar batu tersebut tetap utuh dan tidak mudah pecah. Adalah Abdullah bin Zubair yang memasang balutan pita perak di sekeliling Hajar Aswad.  Kemudian pada tahun 189 H saat Harun al Rasyid berkuasa, balutan perak di sekeliling Hajar Aswad disempurnakan.

5. 7 Zulhijjah 317 H: Abu Tahir al Qarmuthi dan pasukannya berhasil menduduki Makkah dan membunuh orang-orang yang sedang Tawaf. Abu Tahir kemudian memerintahkan Ja’far bin Ilaj untuk mencopot Hajar Aswad dari tempatnya.

6. 10 Dzulhijjah 339 H: Setelah 22 tahun, Hajar Aswad berhasil dikembalikan ke tempat asalnya di dinding Ka’bah

7. 363 H: Seseorang yang berasal dari  Romawi memukul Hajar Aswad dengan cangkul hingga meninggalkan bekas di batu tersebut. Saat hendak memukul lagi batu tersebut, seorang Yaman menikamnya hingga roboh.

8. 413 H: Bani Fatimiyah mengutus Hakim Al Abidi untuk menghancurkan Hajar Aswad karena orang-orang yang mengunjungi Ka’bah dianggap telah menyembah batu hitam tersebut. Ketika itu, Hajar Aswad pecah dan berjatuhan setelah tiga kali di pukul dengan kampak.

9. 990 H: Pangeran Nashir menikam seorang asing yang berusaha memukul Hajar Aswad dengan kampak. Orang asing tersebut tewas akibat tikaman belati.

10. 1268 H: Hajar Aswad diberi lapisan emas disekelilingnya oleh Sultan Abdul Majid (Khalifah Uthmaniyyah).

11. 1293 H: Sultan Abdul Aziz (Khalifah Uthmaniyyah) mengembalikan lapisan emas di sekeliling Hajar Aswad dengan lapisan perak lagi.

12. 1331: Sultan Muhammad Rasyad mengganti balutan Hajar Aswad dengan balutan perak yang baru.

13. Muharram 1351 H: Seorang laki-laki dari Afghanistan berhasil mencungkil pecahan Hajar Aswad dan juga mencuri potongan kain Kiswah serta potongan logam perak yang terdapat di tangga Ka’bah. Laki-laki tersebut kemudian diadili dan dijatuhi hukuman mati.

14. Rabiul Awal 1351 H:  Hajar Aswad yang telah pecah kembali di rekatkan dan diberi balutan perak di sekelilingnya oleh Raja Abdul Aziz bin Abdur Rahman al Faisal as Saud. [via Brilio]


Kategori : Hikmah diterbitkan Selasa, 7 Juli, 2015 oleh Siti Sofiati