Kasus Angeline, Pengulangan Kisah Pilu Arie Hanggara

Arie Hanggara tewas setelah dianiaya sang ayah. Kejadian lebih dari 30 tahun yang lalu itu terulang pada diri Angeline

StatusPagi.com – Peristiwa tewasnya gadis cantik Angeline menguras simpati publik. Angeline (8 tahun)tewas dengan jeratan di leher dan luka di tubuhnya serta tindakan asusila yang dilakukan pembunuhnya. Menurut polisi, ada dugaan kematian Angeline juga melibatkan ibu angkatnya. Kejadian Angeline ini mengingatkan kita pada kisah pilu Arie Hanggara (8 tahun) yang tewas akibat penganiayaan ayahnya sendiri.

 

Kasus Angeline, Pengulangan Kisah Pilu  Arie Hanggara

Temuan jenazah Angeline yang terkubur di belakang rumah orang tua angkatnya sendiri mendapatkan porsi pemberitaan di media dan menjadi perhatian publik. Bahkan mengalahkan pemberitaan perkawinan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran dan Selvie.

 

Cara Angeline dikuburkan dan hasil otopsi yang menemukan luka di tubuh termasuk jeratan di lehernya membuat publik murka. Kecaman kepada keluarga angkat Angeline  tersiar lewat linimasa media sosial. Televisi terus memberitakan  dan mengundang para pakar dan anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membincangkan kasus Angeline dari pagi hingga malam.

Kasus Angeline membawa ingatan kita kisah pilu bocah laki-laki bernama Arie Hanggara yang pada 8 November 1984 akibat penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri. Machtino, ayahnya, dan juga ibu tirinya Santi, ringan tangan menghajar Arie yang ketika itu belum genap berusia 8 tahun.

Arie seringkali kena marah ayahnya. Tak cukup dengan teriakan verbal, Arie juga di tampar, dipukul serta dicubit. Ayahnya tega melakukan itu karena menganggap Arie nakal dan tidak menurut. Arie lebih banyak diam saat penganiayaan itu menimpa dirinya.

Karena dianggap bersalah, Arie kerap di kurung di kamar mandi. Suatu kali, Arie dihukum untuk membersihkan kamar mandi. Namun ayahnya menganggap Arie tidak sungguh-sungguh membersihkannya. Arie dianggapnya malas. Arie pun dipukul dan dihajar hingga akhirnya jatuh terkapar.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa bocah malang itu tidak tertolong. Arie tewas dengan penuh luka bekas pukulan dan cubitan di tubuhnya.

Machtino dan Santi pun di ajukan ke meja hijau atas tuduhan penganiayaan kepada Arie. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis keduanya dengan hukuman penjara selama lima tahun.

Kisah pilu Arie Hanggara sempat difilmkan dengan aktor Deddy Mizwar sebagai pemeran Machtino, ayah Arie. Film ini sempat sukses karena pemberitaan tentang kematian Arie Hanggara juga sempat menjadi konsumsi masyarakat ketika itu.

Kematian Arie Hanggara ternyata belum cukup menjadi contoh bagi orangtua agar lebih perhatian dan memberi kasih sayang lebih kepada anak. Betapa sering kita mendengar anak ditelantarkan orangtua, anak di siksa dengan setrika oleh ibunya dan puncaknya kematian Angeline. Masihkah kasus kekerasan pada anak harus terulang di masa mendatang? (via Dream)


Kategori : Hikmah, Sosial Media diterbitkan Sabtu, 13 Juni, 2015 oleh Siti Sofiati