5 Kisah Pilu Anak Tewas Karena Disiksa Orangtua

Penemuan mayat Angeline dengan dugaan dibunuh menambah daftar kekerasan pada anak yang menyebabkan kematian.

StatusPagi.com – Kisah pilu Angeline yang sering dimarahi ibu angkatnya, lalu diberitakan hilang hingga kemudian ditemukan tewas dikubur di halaman belakang rumahnya sendiri, menyita perhatian besar masyarakat.

Kekerasan pada anak hingga menyebabkan korban meninggal dunia seperti pada kasus Angeline, adalah satu dari sekian banyak daftar kasus kekerasan pada anak. Berikut 5 kisah pilu kekerasan pada anak hingga tewas yang pernah menghebohkan media.

5 Kisah Pilu Anak Tewas Karena Disiksa Orangtua

1. Lamaa, gadis 5 tahun tewas di tangan ayahnya yang seorang ulama di Saudi Arabia

Pada 2012, Lamaa, nama gadis cilik itu, meninggal setelah seminggu di rawat di ruang unit gawat darurat sebuah rumah sakit di Ibu Kota Riyadh dengan kondisi patah tangan, kepala retak, dan sekujur tubuhnya lebam.

Laporan medis rumah sakit juga menyebutkan Lamaa disiksa dengan cambuk dan sengatan listrik. Bahkan Lamaa juga sempat disetrika.

Ibu Lamaa dan ayahnya telah bercerai. Keduanya sepakat untuk bergantian mengasuh Lamaa. Saat itu Lamaa tidak kunjung diantar ke rumah ibunya, justru si ibu mendapat kabar dari rumah sakit anaknya dirawat di rumah sakit.

Menurut ibunya, Ayah Lamaa adalah seorang ulama terkenal dan sering tampil di TV Saudi. Ayah kandung Lamaa mengakui telah menyiksa Lamaa namun tidak menjelaskan alasannya.

2. Ayah bunuh anak karena sering mengompol

Tang Minghua tinggal berdua dengan anaknya yang berusia 9 tahun. Istrinya meninggalkan Tang karena tidak tahan dengan Tang yang dikenal pemabuk dan juga pengangguran.

Kao, anak lelaki Tang mempunyai kebiasaan mengompol saat tidur. Hari itu, Kao kembali pipis di kasur ditengah-tengah tidurnya. Tang habis kesabaran dan mengamuk.

Ditikamnya anak lelakinya itu di bagian leher juga memotong alat kelaminnya. Tanpa merasa berdosa, Tang tidur lagi setelah menjalankan aksi sadisnya.

Tang ditangkap polisi keesokan harinya tanpa perlawanan, dan mengakui semua perbuatannya.

3. Seorang bapak bunuh 5 anaknya sekaligus dalam ritual sihir.

Banyak warga Pakistan masih percaya ilmu sihir dan menerapkannya terutama di Provinsi Sindh. Salah satunya adalah Ali Nawaz Leghari. Ia mempelajari sihir demi mendapatkan kekayaan.

Dalam ritual sihir yang dijalaninya, Ali telah mengorbankan dua anak perempuan dan tiga anak lelakinya berusia antara 3-13 tahun. Kelimanya dibunuh dengan cara di cekik sebagai persembahan untuk meraih kekayaan.

Apa yang dilakukan Ali diduga di dukung oleh istrinya setelah sebelumnya melarikan anak tertuanya ke rumah neneknya. Ali melarikan diri setelah kejadian tersebut dan diburu oleh polisi.

4. Tak mau biayai sekolah anak, bapak di India ini malah bunuh ketiga anaknya.

Sebagian warga India masih ada yang percaya bahwa anak perempuan tidak akan ada manfaatnya untuk keluarga. Anak perempuan hanya akan membuat ekonomi keluarga semakin miskin.

Irshad Ahmed, bapak dari sepasang putri kembar berusia 7 tahun dan balita perempuan berusia 5 tahun serta seorang anak lelaki tidak mau membiayai sekolah anak-anak perempuannya. Ia berpandangan kolot, anak perempuan tidak perlu sekolah.

Hari itu, ketika istrinya sedang menghadiri undangan acara pernikahan, Irshad dengan sadis menghabisi nyawa ketiga anak perempuannya. Yang mengejutkan, rupanya pembunuhan kali ini merupakan akhir dari upaya pembunuhan yang pernah ia usahakan sebelumnya.

5. Bapak ini siksa anak dan membagi fotonya di sosial media agar istrinya yang kabur segera pulang

Pria China bernama Zhong Lo, 36 tahun, tega memukuli anaknya secara brutal. Tidak cukup sampai disitu, anaknya yang babak belur kemudian diambil gambarnya dan membagikan foto itu ke sosial media Weibo.

Dalam pesannya di medsos,  dia meminta istrinya untuk pulang. Zhong telah melakukan aksinya ini selama 6 bulan sejak ditinggal kabur istrinya.

Pesan yang diunggahnya terakhir memperlihatkan foto anaknya tampak tak sadarkan diri. Dalam pesannya Zhong menuliskan “Saya sudah mematahkan lehernya dengan kaki.”

Namun Biro Keamanan Publik di Departemen Anti Perdagangan Manusia China berhasil menyelamatkan anak tersebut dan telah membawanya ke rumah kakeknya.

Zhong diketahui seorang pecandu narkoba dan sering memukuli istrinya. Itulah sebabnya si istri meninggalkan Zhong bersama anak semata wayangnya.

 


Kategori : Sosial Media diterbitkan Kamis, 11 Juni, 2015 oleh Siti Sofiati